SYALALA
Desah suara angin kembali
membasahiku dalam pekat malamku
Jendela kamarku masih tetap sama
mama
Masih terlihat anak-anak bermain
petak umpet bertukar tawa
Tapi kemana perginya punya kita
mama?
Kemana lagu syalala yang kemarin
memenuhi istana kita
Rintik air
langit menggelitik segenap pilu yang tersungkur
Ruangan ini
masih persis dimasa kecilku papa
Masih
terpampang potret gadis kecil bertopi lucu setengah menangis takut kamera
Tapi kemana
berlalunya milik kita papa?
Kemana aku
harus mencari lagu syalala kita
Bulan di atas halaman rumah
memburuku dengan senyum elok mengejek
Tempat ini masih bertabur rumput
hijau yang kita tanam bersama
Masih tumbuh subur bunga kamboja di
pojok kanopi berwajah bata
Tapi kemana perginya langkahmu
papa?
Papa menghilang bersama malam
berteman suara burung bermata besar
Kali ini
angin yang memeluk tubuhku erat barangkali membawa berita penawar pilu
Istana kita
masih belum rata dengan tanah mama
Masih
terdengar suara anak-anak bermain congklak di ruang tengah
Tapi kemana
perginya mama?
Mama
menghilang bersama pangeran dengan cambuk kepedihan
Lalu kemana lagu syalala kita?
Aku dan anak-anak itu mengitari rumah mencari sisa melodi kita yang tak bernyawa
Aya El-Khumairah
Bersama deru suara kipas angin, teruntuk mereka yang tak lagi
bersama, 301015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar